Tuesday, December 13, 2011

Beginikah Rasanya Jadi Gila???

Dulu sewaktu masih kanak-kanak, aku sering ketakutan saat melihat orang gila berkeliaran di jalanan. Bagiku saat itu, orang gila itu sosok yang menakutkan seperti monster, bisa dibilang lebih menyeramkan dari pada hantu dan lebih jahat daripada preman karena mungkin bisa saja melukai anak-anak seperti aku yang sedang melintas di jalan. Tapi terkadang orang-orang gila itu terlihat lucu seperti badut karena dengan mudahnya bisa dipermainkan oleh anak-anak kecil sekalipun.

Orang gila yang rata-rata sudah berumur bahkan terkadang sudah lanjut usia itu hanya menurut saja saat disuruh merangkak & lompat-lompat ditengah jalan raya oleh segerombolan anak-anak jahil yang kebetulan lewat, dan hanya diam saat anak-anak itu mulai berteriak kegirangan dengan ejekan orang gilaaa... orang gilaaa... bahkan terkadang malah lari ketakutan sewaktu anak-anak melemparinya dengan kerikil dan batu. Melihat tingkah laku orang gila seperti itu tentu saja membuatku tertawa terpingkal-pingkal (Jadi sedih kalau ingat itu, Ya Rabb, ampuni dosaku)

Lambat laun seiring bertambahnya umurku, timbul rasa kasihan setiap kali melihat orang gila yang berkeliaran dijalan. Ketakutan yang kurasakan sewaktu masih kecil dulu berubah menjadi rasa iba yang bertanya-tanya. Ada rasa ingin tahu yang begitu besar saat melihat orang-orang gila itu berkeliaran dijalanan bahkan terkadang sambil telanjang. Bagaimanakah rasanya jadi gila?? Darimanakah gerangan asalnya?? Kemana keluarganya?? Mengapa mereka tidak pernah sakit meskipun sering makan dari sisa-sisa makanan ditempat sampah?? Masalah apakah yang telah membuat jiwanya terguncang sedemikian hebatnya?? Apakah tidak ada satupun dokter yang bisa menyembuhkannya? semua pertanyaan itu muncul silih berganti diotakku setiap kali tidak sengaja melintasi orang gila yang ada dipinggir jalan.

Bertahun tahun kemudian, pertanyaan "Bagaimanakah rasanya jadi gila itu?" seolah terjawab saat tanpa kusadari bahwa ternyata dalam beberapa hari ini aku sering terbangun ditengah malam dengan diliputi perasaan gelisah yang luar biasa, berlinang air mata sendiri saat ada perasaan rindu yang teramat sangat tiba-tiba menyergapku tanpa ampun, merasa terpuruk ketika rasa kecewa menghantam karena kegagalan demi kegagalan yang datang secara bertubi-tubi. Sehingga yang ada hanya rasa sedih yang mendalam, rasanya seperti di iris-iris, perihnya luar biasa tak terkatakan. Seperti tidak ada satupun hal yang bisa membuat hati ini tersenyum lagi.

Mungkin saja hati ini sudah setengah gila atau malah benar-benar sudah jadi gila, Ya Rabb, inikah yang dinamakan gila?? beginikah rasanya jadi gila??? 

Mungkin kegilaan itu bisa saja diawali dengan kegiatan melamun yang intens sambil tersenyum senyum sendiri, berdialog sendiri baru kemudian meledak dalam isak tangis atau malah tertawa terbahak bahak sendirian, dan mungkin saja orang-orang gila yang  pernah kutemui di jalanan dulu itu juga mengawali kegilaan mereka dengan cara seperti itu.

Thursday, November 24, 2011

Bagaimana Jika Hantu Itu Datang Lagi???

Hantu itu berjenis kelamin laki-laki, memiliki nama yang aneh, datang secara tiba-tiba dan mengacaukan semuanya. Awalnya kehadirannya seperti asap tipis yang muncul ditengah hari yang terang benderang, hampir tak terlihat jika benar-benar tak diperhatikan dengan seksama. Seperti kebanyakan hantu lainnya, dia datang supaya ingin dilihat dan benar-benar diperhatikan, tapi penampakannya sangatlah natural sehingga tidak begitu terlihat jelas & mencolok (kalau dalam bahasa manusia, disebut tidak berkarakter). Gayanya sopan sekali, bermulut manis tapi terkadang terlihat sok tahu. Sesuai dengan misinya, tentunya dia ingin memperdaya manusia dengan segala tipu muslihatnya.

Seorang manusia pada akhirnya bisa terperdaya juga, dan salah satunya itu adalah aku. Akhirnya aku dapat melihat hantu itu, dia terlihat jelas, nyata dan berubah wujud menjadi seorang malaikat yang seperti akan menunjukan jalan menuju ke Surganya ilahi. Dia seperti menjanjikan kehidupan yang jauh lebih indah daripada surga, dia mampu membuatku melihat dunia ini begitu indahnya serasa kuingin hidup seribu tahun lebih lama, dia sanggup membawaku terbang ke sebuah puncak tertinggi--dimana disitu akan kutemukan sebuah benda yang bernama kebahagiaan abadi dan pada akhirnya aku benar-benar terperdaya. Aku seperti terbius akan tipu dayanya, terhipnotis dengan rayuan kata-kata manisnya dan terpesona oleh penampakan indahnya.

Kehadirannya benar-benar tak terduga, tak pernah sama sekali terpikirkan sebelumnya bahwa akan datang hantu yang kemudian akan memporak-porandakan hidupku, mengganggu waktuku, menyita perhatianku dan dengan seenaknya mengatur grafik perasaanku karena pada saat yang sama, dia juga dapat membuatku melihat dunia ini lebih menyedihkan dari pada neraka. Dia mampu membuatku jatuh tersungkur sampai kuterjerembab ke perut bumi yang paling dasar, lemah tak berdaya, serasa ingin mati saja. Dia mampu membuatku berlinang air mata yang seolah genangan air mata itu akan sanggup membentuk aliran sungai keruh yang mengalir tiada hentinya.

Dan hantu itu menghilang secara tiba-tiba, seperti ditelan bumi, sama persis saat tiba-tiba dia menampakan diri pada awalnya. Seolah terbangun dari mimpi, kumencoba berkontemplasi sendiri. Ya Rabb, apa maksudnya ini??? kenapa aku masih belum bisa mengerti???
Jika kutelah tahu dia penuh tipu daya, mengapa dia seperti candu yang mampu membuatku sakau karenanya??? Mengapa dia harus menjelma menjadi malaikatMu dan menghantuiku setiap saat??? Mengapa harus aku yang menjadi salah satu manusia terpilih untuk terbujuk akan tipu daya dan muslihatnya???

Ya Rabb, bagaimana jika hantu itu datang lagi??? Kumohon, berilah aku cara untuk bisa menghalaunya!!!
Jika dia adalah sebuah racun yang ganas, maka berilah aku obat mujarab sebagai penawarnya.
Jika dia adalah hewan buas yang mengerikan, maka berikan aku senjata ampuh untuk bisa membunuhnya dan jika dia memang benar-benar hantu jahat yang menjelma senjadi salah satu malaikatMu, maka anugerahi aku kekuatan dan kemampuan untuk bisa lepas darinya!!!

Monday, October 10, 2011

KEKASIH SEJATIKU

Kerinduan hati ini seperti gulita mencari lentera
Hampanya jiwa ini bagai dahaga yang tak pernah dibasuh tirta
Kekasihku, betapa kumerinduMu..
Tuk selalu bermesra denganMu
Kekasih sejatiku, betapa kumendambaMu
Tuk selalu bermanja denganMu
Kekasih abadiku, izinkan aku hanya untuk jatuh cinta terhadapMu
Duhai kekasih..
Jangan pernah tolak cintaku
Karena tanpaMu ku takkan pernah mampu
Wahai cinta..
Jangan pernah abaikan hamba
Tanpa Engkau ku takkan pernah bisa
Ar-Rahman, tenteramkan hati ini dengan kasihMu
Ar-Rahiim, damaikan jiwa ini dengan sayangMu
Al-Lathiif, sentuhlah batin ini dengan kelembutanMu
Kekasih sejatiku..
Jangan pernah biarkan kumencinta insanMu melebihi cintaku terhadapMu.

Friday, May 20, 2011

BAHAGIA ITU APA??? ^_^

"Ironi terbesar adalah kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (kebahagiaan yang lebih besar) anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu." --Quoted from Laa Tahinuu Walaa Tahzanuu by Mahmud Asy-Syafrowi--

Siapapun didunia ini pasti tidak ada yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya. Tetapi apakah arti dari suatu kebahagiaan itu sendiri? Dalam kondisi bagaimanakah seseorang itu bisa dikatakan bahagia? Bagaimanakah kita bisa mengukur kebahagiaan seseorang?? Apakah dari banyaknya materi yang dimilikinya ataukah dari pangkat atau popularitasnya dalam masyarakat??? Apakah kebahagiaan itu bersifat relatif? Apakah kebahagiaan itu bersifat abadi?

Ada pepatah mengatakan "Don’t wait for the happiness because it will never come but is created" kebahagiaan itu harus diciptakan bukannya dicari atau bahkan hanya untuk ditunggu. Karena kebahagiaan itu tidak akan pernah datang jika kita tidak berusaha menciptakannya sendiri karena pada dasarnya kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan.

Kebahagiaan itu hanya bisa dirasakan oleh hati dan akan mudah diciptakan bila kita selalu berpikir positif dan pandai bersyukur. Sebenarnya kita tidak butuh alasan yang berat dan muluk-muluk untuk bisa jadi bahagia. Bukankah kita tidak perlu menunggu untuk menjadi seorang Millionaire dahulu supaya jadi bahagia?? bukankah begitu??? Terkadang seseorang dengan mudahnya menjadi bahagia hanya karena melihat langit yang begitu cerahnya di sore hari. Well, i have already told you.. Bukankah kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan??? dan pilihan itu ada ditangan kita. So, you can make a choice now!!!

Mungkin setiap orang memiliki definisi sendiri akan arti dari suatu kebahagiaan, begitupun juga aku. Well, actually it is hard for me to define it but I know for sure in what such a condition I will be happy. Dan pada kondisi dan situasi seperti inilah dimana aku bisa dan pernah merasakan bahagia:


  • Bahagia itu saat aku mendapat nilai bagus saat ulangan.
  • Bahagia itu sewaktu aku mendapat pujian dari teman teman setelah aku selesai presentasi di speaking class-ku
  • Bahagia itu ketika aku pulang kerumah dalam keadaan lapar dan mendapati ibuku sedang memasak makanan kesukaanku dan pada akhirnya aku bisa makan lebih dari satu porsi :D
  • Bahagia itu saat aku bisa menonton film bagus yang bisa membuatku terhanyut dalam alur ceritanya dan tanpa kusadari kalau aku bisa sampai nangis dan tertawa tawa sendiri.
  • Bahagia itu saat semua materi yang telah kupelajari semalaman ternyata keluar pada saat ujian.
  • Bahagia itu disaat aku bisa menangis sepuasnya dalam sujudku disepertiga malam
  • Bahagia itu dikala aku berhasil untuk tidak tidur lagi setelah sholat subuh.
  • Bahagia itu sewaktu aku bisa buktikan kesemua orang kalau aku bisa mendapat apa yang kumau melalui kerja keras.
  • Bahagia itu diwaktu aku berhasil memasak makanan yang enak dan orang orang rumah beramai ramai menghabiskannya.
  • Bahagia itu ketika orang yang kurindukan tiba tiba menelponku dan menanyaiku apa aku sudah makan dan sholat.
  • Bahagia itu saat dosen pembimbingku menyuruhku dan ke-empat temanku yang lain untuk datang kerumahnya dan dengan berkaca kaca terharu memberi tahu kalau kami berhasil mendapat nilai A pada ujian skripsi.
  • Bahagia itu sewaktu station radio kesayanganku memutar lagu-lagu pengantar tidur favoritku sampai tengah malam.
  • Bahagia itu kala aku berhasil menjelaskan tentang apa itu PANCASILA pada teman chattingku yang berkebangsaan Amerika.
  • Bahagia itu sewaktu seorang temanku mengatakan kalau aku telah berhasil menginspirasinya untuk melakukan sesuatu yang positif.
  • Bahagia itu dikala aku mempunyai masalah yang rumit namun aku berhasil menyelesaikannya tanpa menangis sedikitpun.
  • Bahagia itu disaat aku berhasil mencapai sesuatu lalu Ayahku datang mengelus kepalaku atau menepuk bahuku dan mengatakan bangga terhadapku.
  • Bahagia itu saat aku bisa mendapatkan inspirasi dari hal-hal sekecil apapun namun aku berhasil mengembangkannya dalam sebuah tulisan yang panjang.
  • Bahagia itu saat aku berhasil menyelesaikan semua pekerjaan dengan tepat waktu sesuai yang kutargetkan tanpa menggantungkan diri kepada orang lain. 


--Luz--
Surabaya, May 21th, 2011
p.s: @office, disela2 waktu menunggu jam pulang kerja ;)

Thursday, April 7, 2011

RINDU

Rindu itu tidak bisa dilihat, tidak bisa diraba tapi bisa dirasakan oleh hati. Semacam perasaan galau, gundah gulana, hampa, melankolis, ketidaknyamanan saat kita menyadari akan ketidakhadiran seseorang atau sesuatu di sekitar kita.

Then, I try to identify the meaning literally by opening my dictionary..
Miss = Feel unhappy at the absence of somebody or something..
Kalau menurut kamus bahasa Indonesia, Rindu = 1. Sangat ingin & berharap benar terhadap sesuatu. 2. Memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu.
Ada definisi lain yang menyebutkan bahwasanya Rindu itu adalah perasaan yang membuat pikiran posesif bahkan destruktif, pada dasarnya adalah kepemilikan yang sangat akan tempat, benda, orang, makhluk hidup maupun harta. --Anonymous--
Ada juga yang menyebutkan bahwa Kerinduan adalah bentuk kerusakan otak manusia akan logika. (quoted)

Baru kutahu bila rasa rindu itu bisa begitu sangat menyesakan, jadi teringat akan kisahnya Si Ikal saat rasa rindunya terhadap Aling meletup letup menyesakan dadanya, menyiksa batinnya, menorehkan luka.. yang tak kunjung sirna meski telah merantau jauh ke ujung dunia (baca: Laskar Pelangi). Sekarang aku tahu bagaimana pahit rasanya saat Bella mengatakan: " I was trying so hard not to think about him" (baca, him: Edward)
Sekarang aku bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Bella saat berusaha extra keras untuk mengontrol pikirannya untuk tetap logis sehingga bisa bersikap realistis.. Bagaimana hampa hatinya saat ditinggal pergi begitu saja oleh Edward, menghabiskan waktunya musim demi musim hanya untuk doing nothing (baca: serialnya Twilight). Disinilah akhirnya terbukti bila saat kerinduan itu mengamuk hebat di dalam hati, maka logika tak lagi bisa berjalan karena lumpuh tak berdaya.. (Well, this is when I am talking about the impact/ effect)

Now, I am trying to talk about the solution.. I have found my own formula to solve this problem ( Well, i think it is more than a problem, it is exactly such a dangerous virus which can kill everyone's personal qualities gradually) *But really not sure if it can really work :D*

Sampai disini, kata kuncinya adalah Otak.. Ya Otak sebagai pusat pengendali..
Selama kita masih punya otak didalam batok kepala, peluang untuk melawan rasa rindu itu sangat besar. ( At least, untuk meminimize perasaan tersebut sehingga tidak sampai menguras habis pikiran, energi & waktu kita hanya untuk menderita berlarut larut menikmati rasa tersebut).. Jadi, yang perlu kita lakukan hanyalah untuk meyakinkan hati bahwa sebenarnya rasa rindu itu cuma perasaan semu yang tidak seharusnya dipertahankan.. dan ini adalah pekerjaan si otak.. Selama otak itu bisa berpikir konsisten terhadap keburukan & kerugian besar yang ditimbulkan oleh rasa rindu itu.. Maka saat itu juga si otak akan mentransfer perintah tersebut sehingga hati kita ( At least, to minimize it ) bisa memanage, mengontrol, meredam (atau apapun istilahnya) rasa rindu tersebut. Dengan cara ini, kita setidaknya tetap bisa bersikap realistis karena logika kita tetap bisa berfungsi dengan baik :)

Karena menurut cara kerjanya, pada dasarnya, Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan inteligensi, memori, kesadaran & pertimbangan ( http://id.wikipedia.org/wiki/Otak )

Every cloud has a silver lining ( Setiap masalah itu pasti ada hikmahnya) begitupun juga dengan "permasalahan" ini. Di saat rasa rindu itu melanda hebat, pasti akan ada semacam energi luar biasa yang bisa dimanfaatkan secara positive, terkadang perasaan yang begitu dalam itu bisa menciptakan inspirasi untuk melakukan banyak hal positive seperti menuliskan artikel & puisi.. That is much more better than just doing nothing ( And that is what I am doing now, Lol )


--Luz--
p.s: disaat aku merindumu setengah mati :)

Friday, March 11, 2011

Oh, Cahaya

Engkau secercah cahaya ditengah kegelapan
Bagai lentera yang akan menuntunku pergi dari sini
Satu harapan yang mungkin bisa mengeluarkanku dari sini
Tapi mengapa kau pudar...
Disaat aku masih berusaha mencoba berdiri
Memudar, pergi, menjauh dan jauh
Kini tak terlihat lagi...
Oh, Cahaya...
Harusnya kau tunggu aku sampai berlari
Mengikutimu sampai ke ujung tepi
Membawaku dari tempat gelap ini
Oh, Cahaya...
Tak seharusnya kau pergi meninggalkanku disini
Tahukah kau???
Harusnya kisah ini bisa jadi indah tak terperi


--Luz--
p.s: Makasih syg, karena rasa kecewa darimu bisa membuatku menulis puisi ini :)

Wednesday, March 9, 2011

Ampuni Aku karena Menghujatmu…

Kau ciptakan jiwa ini berontak
Disaat raga ini tak mampu bergerak
Kau biarkan mata ini berdusta
Disaat hati ini telah jadi hina

Mulutku hanya membisu
Saat mereka menusukku
Lidahku kelu
Dan mereka semakin tak tahu malu

Apa maksud dari nikmatMu yang pedih ini???
Aku masih belum mengerti???
Sungguh aku tak tahu apa mauMu
Ampuni aku karena menghujatmu

--Luz--
Surabaya, May 1st, 2009

selama asa itu masih ada

Tempat ini bagai belenggu yang menyiksaku dengan rasa pedih yang tak terlukiskan oleh untaian kata… kuterjebak, disini, dan tak seorangpun dapat menolongku… tempat ini gelap, suram, panas, pengap dan sepi mencekam…
tiap detik yang kulalui lambat merayap bagai seorang kekasih yang setia menanti pujaan hatinya yang tak kunjung datang… tempat ini simbolisme dari dilema kehidupan yang tak seorangpun akan tahu bagaimana akhir dari kesudahannya…
karena seorangpun tak akan kuasa untuk memutuskan diantara dua pilihan yang sama beratnya… sungguh, benar-benar dilematis… disini, kusadari kusendiri, lemah dan tak berdaya, menanti keajaiban yang mungkin saja akan datang… disini, hanya ada seberkas asa menemani…
                                                ***
kumasih disini, sendiri dan asa itu masih menemani…
                                               ***
kumasih sendiri disini dan selama ini asa itu masih menemani
                                              ***
dan masihkah aku disini??? sendiri??? masih adakah asa itu menemani???



--Luz--
Surabaya, May 1st, 2009


P.S: Alhamdulilah Ya Allah, "tempat gelap" itu kini sudah berhasil kutinggalkan.. :)



                                          

KEHENDAKMU ADALAH AWAL DARI TAKDIRMU

Banyak orang beranggapan kalau masa remaja adalah masa transisi—well, for me that is true. Tapi bagaimana kalau masa remaja itu adalah masa untuk mencari jati diri—hal ini akan menjadi paradoks bagiku karena di usiaku yang hampir seperempat abad sekarang—aku merasa belum sepenuhnya mengenal jati diriku yang sesungguhnya.. sampai disini siapa yang salah??? aku yang mengalami psychological disorder atau orang-orang diluar sana itu yang salah dalam berasumsi tentang pencarian jati diri.

Sejauh ini yang kutahu tentang diriku adalah: iam just an ordinary person with many dreams to pursue in time.. bagiku, mimpi itu adalah wujud dari kehendak setiap manusia dalam menjalani hidup, mimpi memang ambisi duniawi seseorang untuk bisa survive.. tapi bagaimana seseorang bisa tahu mimpinya jika dia sendiri bahkan tak mengenal apa kehendak dalam hidupnya.. padahal dari kehendak dasarnya itulah awal dari takdirnya kelak..


seseorang akan bisa membuat takdir terbaiknya dengan kehendaknya yang baik dan tentunya dengan perjuangan keras yang disertai dengan doa yang tulus. Karena takdir adalah produk dari suatu proses interaksi antara manusia yang hidup dengan Tuhannya yang Maha Hidup (baca: Mengubah Takdir by Agus Mustofa)

Putuskanlah apa yang menjadi pilihanmu dalam kehidupan ini. Sebab, semua keputusanmu akan menjadi penyebab takdirmu di masa depan. Kehendakmu adalah awal dari takdirmu.So, from now on, berkehendaklah yang baik untuk menuai takdir terbaikmu..



--Luz--
Surabaya, March 02, 2009

Never Talk About Regret in Future

Aku masih ingat jelas ketika itu sehari sebelum hari ulang tahunku yang ke 20, kutulis perasaanku di buku harian dengan sedih:

dear diary…
today is my last teen…
tomorrow iam going to be twenty…
i am just so scared to be an adult…

memang terlihat norak pada awalnya, tetapi sungguh—pada saat itu, jauh di lubuk hatiku muncul semacam perasaan takut.. aku sendiri sulit untuk mendeskripsikan sebenarnya takut karena apa??? takut jadi tua atau takut jadi dewasa??? well, mungkin ini dampak dari masa kecil kurang bahagia.. lagi-lagi muncul pertanyaan di benakku: memangnya masa kecilku kurang bahagia? Apapun itu, yang kurasakan ini seolah efek dari ketidaksiapan diriku untuk menyongsong masa depan yang sudah mulai terlihat di depan mata..

aku hanya merasa belum rela sepenuhnya untuk meninggalkan masa kanak-kanakku—masa-masa yang sangat indah bagiku, dimana kita bisa berbuat seenaknya tanpa harus mikir besok mau makan apa, apakah finansialku cukup sampai akhir bulan, bagaimana kalau besok tiba-tiba aku harus kehilangan pekerjaanku dan tentunya urusan-urusan orang dewasa yang complicated lainnya.

Aku hanya belum merasa puas menikmati masa remaja yang seharusnya di masa itu aku bisa melakukan lebih dari yang telah kulakukan.. seharusnya aku jauh lebih bisa melakukan sesuatu yang telah dilakukan orang lain.. i should have done something different.. in fact, i have done nothing.. lagi-lagi aku kembali ke topik ini—topik yang sudah kutulis di postingan sebelumnya—sesal kemudian tiada berguna..

wahai penyesalan, mengapa kau selalu datang terlambat??? dan mungkin inilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui pikiranku.. penyesalan tidak akan pernah bisa di perbaiki.. karena waktu tidak akan pernah bisa berputar lagi.. all the things i have to do now is.. berbuat hal terbaik di titik mana aku berdiri saat ini—seperti juga yang dikatakan oleh Andrea Hirata di bukunya Sang Pemimpi—itulah makna dari bersikap realisitis yang sesungguhnya.

Rasa sesal itu bagaikan cambuk yang mendera begitu keras ditubuh, rasanya begitu menyakitkan dan sangat membekas hingga tak terhapuskan, bahkan oleh sang waktu sekalipun.. hanya orang bodoh yang akan jatuh kedalam lubang yang sama, dan pada akhirnya.. aku harus mengakui bahwa Hidup memang adalah sebuah pilihan.. dan bagaimanakah aku harus memilih jalan hidupku??? apakah aku akan memilih untuk menjadi orang bodoh karena akan mengulang kesalahan yang sama??? just dont want to talk about regret again in my future..


--Luz--
Surabaya, March 02, 2009

KEMANA GERANGAN BINTANG GEMINTANGKU???

bintangku berpijar gemilang
saat ku terhanyut dalam lamunan
putih tulangku benderang
ketika ku terbuai dalam angan


kala bintangku rabun di malam yang petang
kusadari tulangku remuk redam tak mengembang
kugelisah dalam gelapnya malam 

bersama detik yang tak kunjung padam

menangis dalam ratap
merintih dalam pilu
kini, apa yang dicari ??
masihkah ada seberkas asa dihati??


kumerangkak diburu detakku
terseok - seok mencari keping mozaikku
kemana gerangan bintang gemintangku ???
yang silaunya dulu menerangi kalbuku



--Luz--
Surabaya, Dec 19, 2008

sesal kemudian tiada berguna

will i survive with this regret??
then, i just realize that my precious time will never be back to me..
if i could.. i would turn back the time to repair many mistakes in the past..
there should be no regret at this moment.. but – i know one thing for sure
that no body is perfect..
but –  it is totally different from the others ( iam still talkin’ about
the mistake)
i mean it is all about extraordinary mistakes - yeah
-unforgiveable mistakes
well, i think it is truly dangerous to talk about .. as i have already told you..
those will always be my top secret :) hate to be me..
do i have to cry for this???
do i have to condem my self ???
how can i forgive my self ???
now, it is too late.. iam drownin’ in regret.. it will be the real fact
i have to face..
in the rest of my life.. hopefully i can be stronger for every single day..
pheww.. it is really difficult to be me.. right now, iam just tryin’ to be
super-duper hard in strugglin’ — to be the real me..
just wanna prove to the world that i can be a better my self ..
wanna show my father that iam exactly his pride..
also wanna dedicate my best to other people around me.. at least,
to my family..
from now on, i just dont wanna talk about regret “AGAIN” in my future..
it is no use complaining along the time – about my past..
there is more significant thing to do – Making a difference 
to survive..
well, i guess that is the only thing i have to do next..
so, if you were like this..
all you have to do is – doin’ the same thing like i do
and of course.. just promise to yourself not to talk about regret “AGAIN”
in your future..


--Luz --
Surabaya, Dec 19, 2008

Wednesday, February 23, 2011

THE DREAMER

Your life ends when you stop dreaming—dan memang, aku sangat setuju dangan statement tsb. Kita memang butuh sebuah mimpi untuk bisa survive dalam menghadapi hidup yang kejam ini—dan pada kenyataannya, hidup memang benar2 kejam, sangat kejam malah. Tentunya kita memang akan berusaha mati-matian untuk bisa menjadi survivor selama mimpi2 itu belum terwujud—dan apabila sudah terwujud, apakah hidup itu otomatis akan langsung berhenti?

Well, kita sebagai manusia pada prinsipnya tentu tidak akan pernah merasa puas terhadap apa yang kita dapatkan dalam hidup ini, dan memang itulah sifat manusia—TIDAK AKAN PERNAH MERASA PUAS. Setelah mimpi terpenuhi, tentu saja akan lahir mimpi2 lain yang akan menggantikannya.

Membaca judul bukunya, iam amazed, apalagi setelah kegagalan baru saja terjadi—yang benar2 membuat kecewa setengah mati, hingga makan tak enak dan tidur pun tak nyenyak.. benar2 terpuruk, sedih, hopeless, yang akhirnya hanya menimbulkan kebencian terhadap diri sendiri, bahkan terhadap everything around me, (well, I hate this place, I hate the people, and I hate everything). In conclusion, benar2 SGM (Stress, Gendheng, Miring) *kidding* :d

Sang Pemimpi–Benar2 sebuah judul buku yang indah,,, inikan aku banget….. Yes, iam the Dreamer Indeed. Thanx Mr. Hirata for motivating me through the book. Jauh sebelum buku tsb terbit, Aku memang benar2 sudah menjadi seorang pemimpi yang akut. Mungkin saja sang penulis juga akan men-judge aku sbg Obsesif Kompulsif—kalo saja dia tahu akan mimpi2 ku. Anyway, those will always be my top secret,, hehee
Sebenarnya dari dulu aku sudah sadar betul kalau aku adalah seorang pemimpi—dan karena hal itulah, sempat membuatku merasa aneh, different, dan unusual. Aku sempat menyesal ketika pernah memberitahu beberapa orang tentang hal tersebut, tiba2 saja aku jadi merasa sangat tidak percaya diri, malu, dan takut ditertawakan oleh mereka2.

Dulu, aku pernah merasa iri terhadap teman2 yang bisa bersikap realistis terhadap kehidupan mereka, sangat realistis, sangat wajar dan tidak aneh2 seperti aku. Meanwhile, aku merasa seperti kebanyakan berimajinasi dan seolah olah semuanya hanya akan ada di dunia maya, mimpi itu hanyalah sebuah mimpi. Aku ingin seperti mereka, tapi aku juga ingin jadi diriku sendiri…

Belakangan baru kusadari bahwa “sikap realistis sesungguhnya mengandung bahaya sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang” (Hirata,Sang Pemimpi,144). And right now, I am very glad to talk about the importance of the dream. NEVER STOP DREAMING!!!


--Luz--
Sidoarjo, Nov 08, 2008

MISSING MY EVERYTHING IN THE PAST…

Well, the time has gone so quickly… ga terasa udah tua :) ga tau kenapa … ada semacam perasaan yg pengen keluar, lagi pengen “writing something down” lagi pengen cerita banyak ..but..but.. but.. Not everyone is here (Well, I am Mr. eh Ms. Lonely,, I have no body..huhuhuu..hiiks..hiiiksz) wah2 , finally aku merasakan all about loneliness.. it’s exactly what I have written down on my thesis…Ampun deh kena karmanya Marry Lennox…

ngapain juga yah dulu repot2 nyari novel, Cuma buat sumber data analysis…tau gitu pake pengalaman pribadi aja hehee (Iam very sorry, Mrs. Pratiwi) Loneliness As Seen Through Luluz Wahyu Kusuma in Her Life heheee…No way,,, do not wanna be lonely..(What the hell is wrong with you Luz?????) heheheee …. I am just joking…

gak ada hujan, gak ada angin,,, tiba2 aja jadi kangeeen bgt ma “my everything in the past”
semua org yg pernah ada dlm hidupku (especially for him,, ehm…ehm) teman2 ku yg udah bikin hidupku jadi indah, rutinitas ku dulu yg rasanya boooring bgt,,,movie2 yg pernah aku tonton (secara I am a Movieaholic indeed hehe maksa..) moment2 saat aku jd pendengar setianya Wijaya :)  , or jadi anak gaul yg selalu nongkrong di MTv, jadi personelnya marching band di sekolah, or saat senangnya dapet nilai bagus waktu ulangan trus…trus apa lagi yah???

Tentunya semua petualangan yg pernah aku alami bareng temen2 sepermainan, seperjuangan :) (bersepeda sampai puluhan Kilometer, jadi wartawan amatiran, ngadain pesta kebun n persahabatan tiap tahun, jadi tailor baju2 Boneka Barbie) My dolls: Barbie, Molly, Panda,,, miss u…miss u…miss u all…so much…my everything in the past, Hiiks…hiiks :(


Well, it’s too good to tell… it’s time to reminisce what I have been through…if I could then I would turn back the time :(  Right now, yeah, that is what I am exactly trying to talk about… terkadang ada semacam perasaan belum rela untuk jadi “my self” yg sekarang, iam just not ready yet to face something new in my life.
Even when I was 20 (sempat nangis karena takut jadi dewasa hehee norak bgt yach) I remember writing my fear to be an adult..

(Dear diary… today is my last teen,,, tomorrow iam goin to be 20,,, iam just scared to be an adult) anyway, itu dulu lah,, rite now is much better… iam very ready to be an adult hehee (dasar over confident) in conclusion, I miss my everything in the past so.. So… so much.


--Luz--
Sidoarjo, Sept 22, 2008

mY very first pa9e

Well, i would never know what i would express on my very first page on this new blog. Selama ini aku selalu berharap supaya suatu saat nanti, aku bisa memulai blogku dengan menulis sesuatu yang amazing: unforgettable experience or maybe about the magic of my thought (according to me, of course - LOL)

Ironically, (well, i guess this is “situational” kind of irony. At least, that’s the thing i remember well from Mr.Budi Darma’s Literary Criticism class) it will be totally different from my expectation!
But remember! i have never expected to write about the sadness on my very first page of this blog.

* * * * *

Aku baru saja kehilangan seseorang yang sangat penting di masa kecilku…salah satu orang yang tidak mungkin kulupakan dalam hidupku. How can i forget him?????

* * * * *

Dia adalah seseorang yang telah ikut memberikan warna dalam hidupku

* * * * *

Dia adalah salah satu orang yang ikut andil memberikan banyak kenangan yang sampai kini masih membekas dalam ingatan

* * * * *

Dia adalah salah satu orang yang telah membuat hari2 di masa kecilku menjadi indah yang hingga kini tidak mungkin untuk kulupakan.

* * * * *

Well, i must confess that he was a man i hated most at first (at that time), Orang yang selalu menjahiliku, yang gak bosan2nya berhenti menggodaku sampe aku nangis2 dan juga yang selalu tertawa puas saat melihatku menjerit ketakutan karena ulah2nya.

He’s mas Totok, A lovely person in my neighborhood.

17 years ago approximately when i was 5 or 6 and he’s around 20, unbelievable - di balik kejahilannya, dia adalah seseorang yang sangat perhatian terhadap anak kecil sepertiku. Sayangnya, dia hanya sebentar saja melihatku tumbuh dewasa. When i was 7 or 8, He went away to work in Medan. Three years ago was the last time for me to see him (i was glad that he still recognized me at the time)

* * * * *

Now he’s gone

* * * * *

He’s a brother! Next door brother exactly. The one who i was afraid of-at that time in my childhood.
Thanks for giving me unforgettable memories

* * * * *

Selamat Jalan Mas! Semoga Jalanmu Di Mudahkan Oleh-NYA Untuk Menuju Ke Surga!!! 
Amien 3X.
Rest In Peace!!!



--Luz--
Surabaya, Sept 04, 2007

P.S: tulisan ini kupersembahkan untuk mas Totok, kutulis segera setelah mendengar kabar kepergiannya.. :(