Your life ends when you stop dreaming—dan memang, aku sangat setuju dangan statement tsb. Kita memang butuh sebuah mimpi untuk bisa survive dalam menghadapi hidup yang kejam ini—dan pada kenyataannya, hidup memang benar2 kejam, sangat kejam malah. Tentunya kita memang akan berusaha mati-matian untuk bisa menjadi survivor selama mimpi2 itu belum terwujud—dan apabila sudah terwujud, apakah hidup itu otomatis akan langsung berhenti?
Well, kita sebagai manusia pada prinsipnya tentu tidak akan pernah merasa puas terhadap apa yang kita dapatkan dalam hidup ini, dan memang itulah sifat manusia—TIDAK AKAN PERNAH MERASA PUAS. Setelah mimpi terpenuhi, tentu saja akan lahir mimpi2 lain yang akan menggantikannya.
Membaca judul bukunya, iam amazed, apalagi setelah kegagalan baru saja terjadi—yang benar2 membuat kecewa setengah mati, hingga makan tak enak dan tidur pun tak nyenyak.. benar2 terpuruk, sedih, hopeless, yang akhirnya hanya menimbulkan kebencian terhadap diri sendiri, bahkan terhadap everything around me, (well, I hate this place, I hate the people, and I hate everything). In conclusion, benar2 SGM (Stress, Gendheng, Miring) *kidding* :d
Sang Pemimpi–Benar2 sebuah judul buku yang indah,,, inikan aku banget….. Yes, iam the Dreamer Indeed. Thanx Mr. Hirata for motivating me through the book. Jauh sebelum buku tsb terbit, Aku memang benar2 sudah menjadi seorang pemimpi yang akut. Mungkin saja sang penulis juga akan men-judge aku sbg Obsesif Kompulsif—kalo saja dia tahu akan mimpi2 ku. Anyway, those will always be my top secret,, hehee
Sebenarnya dari dulu aku sudah sadar betul kalau aku adalah seorang pemimpi—dan karena hal itulah, sempat membuatku merasa aneh, different, dan unusual. Aku sempat menyesal ketika pernah memberitahu beberapa orang tentang hal tersebut, tiba2 saja aku jadi merasa sangat tidak percaya diri, malu, dan takut ditertawakan oleh mereka2.
Dulu, aku pernah merasa iri terhadap teman2 yang bisa bersikap realistis terhadap kehidupan mereka, sangat realistis, sangat wajar dan tidak aneh2 seperti aku. Meanwhile, aku merasa seperti kebanyakan berimajinasi dan seolah olah semuanya hanya akan ada di dunia maya, mimpi itu hanyalah sebuah mimpi. Aku ingin seperti mereka, tapi aku juga ingin jadi diriku sendiri…
Belakangan baru kusadari bahwa “sikap realistis sesungguhnya mengandung bahaya sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang” (Hirata,Sang Pemimpi,144). And right now, I am very glad to talk about the importance of the dream. NEVER STOP DREAMING!!!
--Luz--
Sidoarjo, Nov 08, 2008
Wednesday, February 23, 2011
MISSING MY EVERYTHING IN THE PAST…
Well, the time has gone so quickly… ga terasa udah tua
ga tau kenapa … ada semacam perasaan yg pengen keluar, lagi pengen “writing something down” lagi pengen cerita banyak ..but..but.. but.. Not everyone is here (Well, I am Mr. eh Ms. Lonely,, I have no body..huhuhuu..hiiks..hiiiksz) wah2 , finally aku merasakan all about loneliness.. it’s exactly what I have written down on my thesis…Ampun deh kena karmanya Marry Lennox…
ngapain juga yah dulu repot2 nyari novel, Cuma buat sumber data analysis…tau gitu pake pengalaman pribadi aja hehee (Iam very sorry, Mrs. Pratiwi) Loneliness As Seen Through Luluz Wahyu Kusuma in Her Life heheee…No way,,, do not wanna be lonely..(What the hell is wrong with you Luz?????) heheheee …. I am just joking…
gak ada hujan, gak ada angin,,, tiba2 aja jadi kangeeen bgt ma “my everything in the past”
semua org yg pernah ada dlm hidupku (especially for him,, ehm…ehm) teman2 ku yg udah bikin hidupku jadi indah, rutinitas ku dulu yg rasanya boooring bgt,,,movie2 yg pernah aku tonton (secara I am a Movieaholic indeed hehe maksa..) moment2 saat aku jd pendengar setianya Wijaya
, or jadi anak gaul yg selalu nongkrong di MTv, jadi personelnya marching band di sekolah, or saat senangnya dapet nilai bagus waktu ulangan trus…trus apa lagi yah???
Tentunya semua petualangan yg pernah aku alami bareng temen2 sepermainan, seperjuangan
(bersepeda sampai puluhan Kilometer, jadi wartawan amatiran, ngadain pesta kebun n persahabatan tiap tahun, jadi tailor baju2 Boneka Barbie) My dolls: Barbie, Molly, Panda,,, miss u…miss u…miss u all…so much…my everything in the past, Hiiks…hiiks 
Well, it’s too good to tell… it’s time to reminisce what I have been through…if I could then I would turn back the time
Right now, yeah, that is what I am exactly trying to talk about… terkadang ada semacam perasaan belum rela untuk jadi “my self” yg sekarang, iam just not ready yet to face something new in my life.
Even when I was 20 (sempat nangis karena takut jadi dewasa hehee norak bgt yach) I remember writing my fear to be an adult..
(Dear diary… today is my last teen,,, tomorrow iam goin to be 20,,, iam just scared to be an adult) anyway, itu dulu lah,, rite now is much better… iam very ready to be an adult hehee (dasar over confident) in conclusion, I miss my everything in the past so.. So… so much.
--Luz--
Sidoarjo, Sept 22, 2008
ngapain juga yah dulu repot2 nyari novel, Cuma buat sumber data analysis…tau gitu pake pengalaman pribadi aja hehee (Iam very sorry, Mrs. Pratiwi) Loneliness As Seen Through Luluz Wahyu Kusuma in Her Life heheee…No way,,, do not wanna be lonely..(What the hell is wrong with you Luz?????) heheheee …. I am just joking…
gak ada hujan, gak ada angin,,, tiba2 aja jadi kangeeen bgt ma “my everything in the past”
semua org yg pernah ada dlm hidupku (especially for him,, ehm…ehm) teman2 ku yg udah bikin hidupku jadi indah, rutinitas ku dulu yg rasanya boooring bgt,,,movie2 yg pernah aku tonton (secara I am a Movieaholic indeed hehe maksa..) moment2 saat aku jd pendengar setianya Wijaya
Tentunya semua petualangan yg pernah aku alami bareng temen2 sepermainan, seperjuangan
Well, it’s too good to tell… it’s time to reminisce what I have been through…if I could then I would turn back the time
Even when I was 20 (sempat nangis karena takut jadi dewasa hehee norak bgt yach) I remember writing my fear to be an adult..
(Dear diary… today is my last teen,,, tomorrow iam goin to be 20,,, iam just scared to be an adult) anyway, itu dulu lah,, rite now is much better… iam very ready to be an adult hehee (dasar over confident) in conclusion, I miss my everything in the past so.. So… so much.
--Luz--
Sidoarjo, Sept 22, 2008
mY very first pa9e
Well, i would never know what i would express on my very first page on this new blog. Selama ini aku selalu berharap supaya suatu saat nanti, aku bisa memulai blogku dengan menulis sesuatu yang amazing: unforgettable experience or maybe about the magic of my thought (according to me, of course - LOL)
Ironically, (well, i guess this is “situational” kind of irony. At least, that’s the thing i remember well from Mr.Budi Darma’s Literary Criticism class) it will be totally different from my expectation!
But remember! i have never expected to write about the sadness on my very first page of this blog.
* * * * *
Aku baru saja kehilangan seseorang yang sangat penting di masa kecilku…salah satu orang yang tidak mungkin kulupakan dalam hidupku. How can i forget him?????
* * * * *
Dia adalah seseorang yang telah ikut memberikan warna dalam hidupku
* * * * *
Dia adalah salah satu orang yang ikut andil memberikan banyak kenangan yang sampai kini masih membekas dalam ingatan
* * * * *
Dia adalah salah satu orang yang telah membuat hari2 di masa kecilku menjadi indah yang hingga kini tidak mungkin untuk kulupakan.
* * * * *
Well, i must confess that he was a man i hated most at first (at that time), Orang yang selalu menjahiliku, yang gak bosan2nya berhenti menggodaku sampe aku nangis2 dan juga yang selalu tertawa puas saat melihatku menjerit ketakutan karena ulah2nya.
He’s mas Totok, A lovely person in my neighborhood.
17 years ago approximately when i was 5 or 6 and he’s around 20, unbelievable - di balik kejahilannya, dia adalah seseorang yang sangat perhatian terhadap anak kecil sepertiku. Sayangnya, dia hanya sebentar saja melihatku tumbuh dewasa. When i was 7 or 8, He went away to work in Medan. Three years ago was the last time for me to see him (i was glad that he still recognized me at the time)
* * * * *
Now he’s gone
* * * * *
He’s a brother! Next door brother exactly. The one who i was afraid of-at that time in my childhood.
Thanks for giving me unforgettable memories
* * * * *
Selamat Jalan Mas! Semoga Jalanmu Di Mudahkan Oleh-NYA Untuk Menuju Ke Surga!!!
Amien 3X.
Rest In Peace!!!
--Luz--
Surabaya, Sept 04, 2007
P.S: tulisan ini kupersembahkan untuk mas Totok, kutulis segera setelah mendengar kabar kepergiannya.. :(
Ironically, (well, i guess this is “situational” kind of irony. At least, that’s the thing i remember well from Mr.Budi Darma’s Literary Criticism class) it will be totally different from my expectation!
But remember! i have never expected to write about the sadness on my very first page of this blog.
* * * * *
Aku baru saja kehilangan seseorang yang sangat penting di masa kecilku…salah satu orang yang tidak mungkin kulupakan dalam hidupku. How can i forget him?????
* * * * *
Dia adalah seseorang yang telah ikut memberikan warna dalam hidupku
* * * * *
Dia adalah salah satu orang yang ikut andil memberikan banyak kenangan yang sampai kini masih membekas dalam ingatan
* * * * *
Dia adalah salah satu orang yang telah membuat hari2 di masa kecilku menjadi indah yang hingga kini tidak mungkin untuk kulupakan.
* * * * *
Well, i must confess that he was a man i hated most at first (at that time), Orang yang selalu menjahiliku, yang gak bosan2nya berhenti menggodaku sampe aku nangis2 dan juga yang selalu tertawa puas saat melihatku menjerit ketakutan karena ulah2nya.
He’s mas Totok, A lovely person in my neighborhood.
17 years ago approximately when i was 5 or 6 and he’s around 20, unbelievable - di balik kejahilannya, dia adalah seseorang yang sangat perhatian terhadap anak kecil sepertiku. Sayangnya, dia hanya sebentar saja melihatku tumbuh dewasa. When i was 7 or 8, He went away to work in Medan. Three years ago was the last time for me to see him (i was glad that he still recognized me at the time)
* * * * *
Now he’s gone
* * * * *
He’s a brother! Next door brother exactly. The one who i was afraid of-at that time in my childhood.
Thanks for giving me unforgettable memories
* * * * *
Selamat Jalan Mas! Semoga Jalanmu Di Mudahkan Oleh-NYA Untuk Menuju Ke Surga!!!
Amien 3X.
Rest In Peace!!!
--Luz--
Surabaya, Sept 04, 2007
P.S: tulisan ini kupersembahkan untuk mas Totok, kutulis segera setelah mendengar kabar kepergiannya.. :(
Subscribe to:
Posts (Atom)