Engkau secercah cahaya ditengah kegelapan
Bagai lentera yang akan menuntunku pergi dari sini
Satu harapan yang mungkin bisa mengeluarkanku dari sini
Tapi mengapa kau pudar...
Disaat aku masih berusaha mencoba berdiri
Memudar, pergi, menjauh dan jauh
Kini tak terlihat lagi...
Oh, Cahaya...
Harusnya kau tunggu aku sampai berlari
Mengikutimu sampai ke ujung tepi
Membawaku dari tempat gelap ini
Oh, Cahaya...
Tak seharusnya kau pergi meninggalkanku disini
Tahukah kau???
Harusnya kisah ini bisa jadi indah tak terperi
--Luz--
p.s: Makasih syg, karena rasa kecewa darimu bisa membuatku menulis puisi ini :)
Friday, March 11, 2011
Wednesday, March 9, 2011
Ampuni Aku karena Menghujatmu…
Kau ciptakan jiwa ini berontak
Disaat raga ini tak mampu bergerak
Kau biarkan mata ini berdusta
Disaat hati ini telah jadi hina
Mulutku hanya membisu
Saat mereka menusukku
Lidahku kelu
Dan mereka semakin tak tahu malu
Apa maksud dari nikmatMu yang pedih ini???
Aku masih belum mengerti???
Sungguh aku tak tahu apa mauMu
Ampuni aku karena menghujatmu
--Luz--
Surabaya, May 1st, 2009
Surabaya, May 1st, 2009
selama asa itu masih ada
Tempat ini bagai belenggu yang menyiksaku dengan rasa pedih yang tak terlukiskan oleh untaian kata… kuterjebak, disini, dan tak seorangpun dapat menolongku… tempat ini gelap, suram, panas, pengap dan sepi mencekam…
tiap detik yang kulalui lambat merayap bagai seorang kekasih yang setia menanti pujaan hatinya yang tak kunjung datang… tempat ini simbolisme dari dilema kehidupan yang tak seorangpun akan tahu bagaimana akhir dari kesudahannya…
karena seorangpun tak akan kuasa untuk memutuskan diantara dua pilihan yang sama beratnya… sungguh, benar-benar dilematis… disini, kusadari kusendiri, lemah dan tak berdaya, menanti keajaiban yang mungkin saja akan datang… disini, hanya ada seberkas asa menemani…
***
kumasih disini, sendiri dan asa itu masih menemani…
***
kumasih sendiri disini dan selama ini asa itu masih menemani
***
dan masihkah aku disini??? sendiri??? masih adakah asa itu menemani???
--Luz--
Surabaya, May 1st, 2009
P.S: Alhamdulilah Ya Allah, "tempat gelap" itu kini sudah berhasil kutinggalkan.. :)
tiap detik yang kulalui lambat merayap bagai seorang kekasih yang setia menanti pujaan hatinya yang tak kunjung datang… tempat ini simbolisme dari dilema kehidupan yang tak seorangpun akan tahu bagaimana akhir dari kesudahannya…
karena seorangpun tak akan kuasa untuk memutuskan diantara dua pilihan yang sama beratnya… sungguh, benar-benar dilematis… disini, kusadari kusendiri, lemah dan tak berdaya, menanti keajaiban yang mungkin saja akan datang… disini, hanya ada seberkas asa menemani…
***
kumasih disini, sendiri dan asa itu masih menemani…
***
kumasih sendiri disini dan selama ini asa itu masih menemani
***
dan masihkah aku disini??? sendiri??? masih adakah asa itu menemani???
--Luz--
Surabaya, May 1st, 2009
P.S: Alhamdulilah Ya Allah, "tempat gelap" itu kini sudah berhasil kutinggalkan.. :)
KEHENDAKMU ADALAH AWAL DARI TAKDIRMU
Banyak orang beranggapan kalau masa remaja adalah masa transisi—well, for me that is true. Tapi bagaimana kalau masa remaja itu adalah masa untuk mencari jati diri—hal ini akan menjadi paradoks bagiku karena di usiaku yang hampir seperempat abad sekarang—aku merasa belum sepenuhnya mengenal jati diriku yang sesungguhnya.. sampai disini siapa yang salah??? aku yang mengalami psychological disorder atau orang-orang diluar sana itu yang salah dalam berasumsi tentang pencarian jati diri.
Sejauh ini yang kutahu tentang diriku adalah: iam just an ordinary person with many dreams to pursue in time.. bagiku, mimpi itu adalah wujud dari kehendak setiap manusia dalam menjalani hidup, mimpi memang ambisi duniawi seseorang untuk bisa survive.. tapi bagaimana seseorang bisa tahu mimpinya jika dia sendiri bahkan tak mengenal apa kehendak dalam hidupnya.. padahal dari kehendak dasarnya itulah awal dari takdirnya kelak..
seseorang akan bisa membuat takdir terbaiknya dengan kehendaknya yang baik dan tentunya dengan perjuangan keras yang disertai dengan doa yang tulus. Karena takdir adalah produk dari suatu proses interaksi antara manusia yang hidup dengan Tuhannya yang Maha Hidup (baca: Mengubah Takdir by Agus Mustofa)
Putuskanlah apa yang menjadi pilihanmu dalam kehidupan ini. Sebab, semua keputusanmu akan menjadi penyebab takdirmu di masa depan. Kehendakmu adalah awal dari takdirmu.So, from now on, berkehendaklah yang baik untuk menuai takdir terbaikmu..
--Luz--
Surabaya, March 02, 2009
Sejauh ini yang kutahu tentang diriku adalah: iam just an ordinary person with many dreams to pursue in time.. bagiku, mimpi itu adalah wujud dari kehendak setiap manusia dalam menjalani hidup, mimpi memang ambisi duniawi seseorang untuk bisa survive.. tapi bagaimana seseorang bisa tahu mimpinya jika dia sendiri bahkan tak mengenal apa kehendak dalam hidupnya.. padahal dari kehendak dasarnya itulah awal dari takdirnya kelak..
seseorang akan bisa membuat takdir terbaiknya dengan kehendaknya yang baik dan tentunya dengan perjuangan keras yang disertai dengan doa yang tulus. Karena takdir adalah produk dari suatu proses interaksi antara manusia yang hidup dengan Tuhannya yang Maha Hidup (baca: Mengubah Takdir by Agus Mustofa)
Putuskanlah apa yang menjadi pilihanmu dalam kehidupan ini. Sebab, semua keputusanmu akan menjadi penyebab takdirmu di masa depan. Kehendakmu adalah awal dari takdirmu.So, from now on, berkehendaklah yang baik untuk menuai takdir terbaikmu..
--Luz--
Surabaya, March 02, 2009
Never Talk About Regret in Future
Aku masih ingat jelas ketika itu sehari sebelum hari ulang tahunku yang ke 20, kutulis perasaanku di buku harian dengan sedih:
dear diary…
today is my last teen…
tomorrow iam going to be twenty…
i am just so scared to be an adult…
memang terlihat norak pada awalnya, tetapi sungguh—pada saat itu, jauh di lubuk hatiku muncul semacam perasaan takut.. aku sendiri sulit untuk mendeskripsikan sebenarnya takut karena apa??? takut jadi tua atau takut jadi dewasa??? well, mungkin ini dampak dari masa kecil kurang bahagia.. lagi-lagi muncul pertanyaan di benakku: memangnya masa kecilku kurang bahagia? Apapun itu, yang kurasakan ini seolah efek dari ketidaksiapan diriku untuk menyongsong masa depan yang sudah mulai terlihat di depan mata..
aku hanya merasa belum rela sepenuhnya untuk meninggalkan masa kanak-kanakku—masa-masa yang sangat indah bagiku, dimana kita bisa berbuat seenaknya tanpa harus mikir besok mau makan apa, apakah finansialku cukup sampai akhir bulan, bagaimana kalau besok tiba-tiba aku harus kehilangan pekerjaanku dan tentunya urusan-urusan orang dewasa yang complicated lainnya.
Aku hanya belum merasa puas menikmati masa remaja yang seharusnya di masa itu aku bisa melakukan lebih dari yang telah kulakukan.. seharusnya aku jauh lebih bisa melakukan sesuatu yang telah dilakukan orang lain.. i should have done something different.. in fact, i have done nothing.. lagi-lagi aku kembali ke topik ini—topik yang sudah kutulis di postingan sebelumnya—sesal kemudian tiada berguna..
wahai penyesalan, mengapa kau selalu datang terlambat??? dan mungkin inilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui pikiranku.. penyesalan tidak akan pernah bisa di perbaiki.. karena waktu tidak akan pernah bisa berputar lagi.. all the things i have to do now is.. berbuat hal terbaik di titik mana aku berdiri saat ini—seperti juga yang dikatakan oleh Andrea Hirata di bukunya Sang Pemimpi—itulah makna dari bersikap realisitis yang sesungguhnya.
Rasa sesal itu bagaikan cambuk yang mendera begitu keras ditubuh, rasanya begitu menyakitkan dan sangat membekas hingga tak terhapuskan, bahkan oleh sang waktu sekalipun.. hanya orang bodoh yang akan jatuh kedalam lubang yang sama, dan pada akhirnya.. aku harus mengakui bahwa Hidup memang adalah sebuah pilihan.. dan bagaimanakah aku harus memilih jalan hidupku??? apakah aku akan memilih untuk menjadi orang bodoh karena akan mengulang kesalahan yang sama??? just dont want to talk about regret again in my future..
--Luz--
Surabaya, March 02, 2009
dear diary…
today is my last teen…
tomorrow iam going to be twenty…
i am just so scared to be an adult…
memang terlihat norak pada awalnya, tetapi sungguh—pada saat itu, jauh di lubuk hatiku muncul semacam perasaan takut.. aku sendiri sulit untuk mendeskripsikan sebenarnya takut karena apa??? takut jadi tua atau takut jadi dewasa??? well, mungkin ini dampak dari masa kecil kurang bahagia.. lagi-lagi muncul pertanyaan di benakku: memangnya masa kecilku kurang bahagia? Apapun itu, yang kurasakan ini seolah efek dari ketidaksiapan diriku untuk menyongsong masa depan yang sudah mulai terlihat di depan mata..
aku hanya merasa belum rela sepenuhnya untuk meninggalkan masa kanak-kanakku—masa-masa yang sangat indah bagiku, dimana kita bisa berbuat seenaknya tanpa harus mikir besok mau makan apa, apakah finansialku cukup sampai akhir bulan, bagaimana kalau besok tiba-tiba aku harus kehilangan pekerjaanku dan tentunya urusan-urusan orang dewasa yang complicated lainnya.
Aku hanya belum merasa puas menikmati masa remaja yang seharusnya di masa itu aku bisa melakukan lebih dari yang telah kulakukan.. seharusnya aku jauh lebih bisa melakukan sesuatu yang telah dilakukan orang lain.. i should have done something different.. in fact, i have done nothing.. lagi-lagi aku kembali ke topik ini—topik yang sudah kutulis di postingan sebelumnya—sesal kemudian tiada berguna..
wahai penyesalan, mengapa kau selalu datang terlambat??? dan mungkin inilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui pikiranku.. penyesalan tidak akan pernah bisa di perbaiki.. karena waktu tidak akan pernah bisa berputar lagi.. all the things i have to do now is.. berbuat hal terbaik di titik mana aku berdiri saat ini—seperti juga yang dikatakan oleh Andrea Hirata di bukunya Sang Pemimpi—itulah makna dari bersikap realisitis yang sesungguhnya.
Rasa sesal itu bagaikan cambuk yang mendera begitu keras ditubuh, rasanya begitu menyakitkan dan sangat membekas hingga tak terhapuskan, bahkan oleh sang waktu sekalipun.. hanya orang bodoh yang akan jatuh kedalam lubang yang sama, dan pada akhirnya.. aku harus mengakui bahwa Hidup memang adalah sebuah pilihan.. dan bagaimanakah aku harus memilih jalan hidupku??? apakah aku akan memilih untuk menjadi orang bodoh karena akan mengulang kesalahan yang sama??? just dont want to talk about regret again in my future..
--Luz--
Surabaya, March 02, 2009
KEMANA GERANGAN BINTANG GEMINTANGKU???
bintangku berpijar gemilang
saat ku terhanyut dalam lamunan
putih tulangku benderang
ketika ku terbuai dalam angan
kala bintangku rabun di malam yang petang
kusadari tulangku remuk redam tak mengembang
kugelisah dalam gelapnya malam
bersama detik yang tak kunjung padam
menangis dalam ratap
merintih dalam pilu
kini, apa yang dicari ??
masihkah ada seberkas asa dihati??
kumerangkak diburu detakku
terseok - seok mencari keping mozaikku
kemana gerangan bintang gemintangku ???
yang silaunya dulu menerangi kalbuku
--Luz--
Surabaya, Dec 19, 2008
saat ku terhanyut dalam lamunan
putih tulangku benderang
ketika ku terbuai dalam angan
kala bintangku rabun di malam yang petang
kusadari tulangku remuk redam tak mengembang
kugelisah dalam gelapnya malam
bersama detik yang tak kunjung padam
menangis dalam ratap
merintih dalam pilu
kini, apa yang dicari ??
masihkah ada seberkas asa dihati??
kumerangkak diburu detakku
terseok - seok mencari keping mozaikku
kemana gerangan bintang gemintangku ???
yang silaunya dulu menerangi kalbuku
--Luz--
Surabaya, Dec 19, 2008
sesal kemudian tiada berguna
will i survive with this regret??
then, i just realize that my precious time will never be back to me..
if i could.. i would turn back the time to repair many mistakes in the past..
there should be no regret at this moment.. but – i know one thing for sure
that no body is perfect..
but – it is totally different from the others ( iam still talkin’ about
the mistake)
i mean it is all about extraordinary mistakes - yeah
-unforgiveable mistakes
well, i think it is truly dangerous to talk about .. as i have already told you..
those will always be my top secret :) hate to be me..
do i have to cry for this???
do i have to condem my self ???
how can i forgive my self ???
now, it is too late.. iam drownin’ in regret.. it will be the real fact
i have to face..
in the rest of my life.. hopefully i can be stronger for every single day..
pheww.. it is really difficult to be me.. right now, iam just tryin’ to be
super-duper hard in strugglin’ — to be the real me..
just wanna prove to the world that i can be a better my self ..
wanna show my father that iam exactly his pride..
also wanna dedicate my best to other people around me.. at least,
to my family..
from now on, i just dont wanna talk about regret “AGAIN” in my future..
it is no use complaining along the time – about my past..
there is more significant thing to do – Making a difference
to survive..
well, i guess that is the only thing i have to do next..
so, if you were like this..
all you have to do is – doin’ the same thing like i do
and of course.. just promise to yourself not to talk about regret “AGAIN”
in your future..
--Luz --
Surabaya, Dec 19, 2008
then, i just realize that my precious time will never be back to me..
if i could.. i would turn back the time to repair many mistakes in the past..
there should be no regret at this moment.. but – i know one thing for sure
that no body is perfect..
but – it is totally different from the others ( iam still talkin’ about
the mistake)
i mean it is all about extraordinary mistakes - yeah
-unforgiveable mistakes
well, i think it is truly dangerous to talk about .. as i have already told you..
those will always be my top secret :) hate to be me..
do i have to cry for this???
do i have to condem my self ???
how can i forgive my self ???
now, it is too late.. iam drownin’ in regret.. it will be the real fact
i have to face..
in the rest of my life.. hopefully i can be stronger for every single day..
pheww.. it is really difficult to be me.. right now, iam just tryin’ to be
super-duper hard in strugglin’ — to be the real me..
just wanna prove to the world that i can be a better my self ..
wanna show my father that iam exactly his pride..
also wanna dedicate my best to other people around me.. at least,
to my family..
from now on, i just dont wanna talk about regret “AGAIN” in my future..
it is no use complaining along the time – about my past..
there is more significant thing to do – Making a difference
to survive..
well, i guess that is the only thing i have to do next..
so, if you were like this..
all you have to do is – doin’ the same thing like i do
and of course.. just promise to yourself not to talk about regret “AGAIN”
in your future..
--Luz --
Surabaya, Dec 19, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)