Banyak orang beranggapan kalau masa remaja adalah masa transisi—well, for me that is true. Tapi bagaimana kalau masa remaja itu adalah masa untuk mencari jati diri—hal ini akan menjadi paradoks bagiku karena di usiaku yang hampir seperempat abad sekarang—aku merasa belum sepenuhnya mengenal jati diriku yang sesungguhnya.. sampai disini siapa yang salah??? aku yang mengalami psychological disorder atau orang-orang diluar sana itu yang salah dalam berasumsi tentang pencarian jati diri.
Sejauh ini yang kutahu tentang diriku adalah: iam just an ordinary person with many dreams to pursue in time.. bagiku, mimpi itu adalah wujud dari kehendak setiap manusia dalam menjalani hidup, mimpi memang ambisi duniawi seseorang untuk bisa survive.. tapi bagaimana seseorang bisa tahu mimpinya jika dia sendiri bahkan tak mengenal apa kehendak dalam hidupnya.. padahal dari kehendak dasarnya itulah awal dari takdirnya kelak..
seseorang akan bisa membuat takdir terbaiknya dengan kehendaknya yang baik dan tentunya dengan perjuangan keras yang disertai dengan doa yang tulus. Karena takdir adalah produk dari suatu proses interaksi antara manusia yang hidup dengan Tuhannya yang Maha Hidup (baca: Mengubah Takdir by Agus Mustofa)
Putuskanlah apa yang menjadi pilihanmu dalam kehidupan ini. Sebab, semua keputusanmu akan menjadi penyebab takdirmu di masa depan. Kehendakmu adalah awal dari takdirmu.So, from now on, berkehendaklah yang baik untuk menuai takdir terbaikmu..
--Luz--
Surabaya, March 02, 2009
No comments:
Post a Comment