Rindu itu tidak bisa dilihat, tidak bisa diraba tapi bisa dirasakan oleh hati. Semacam perasaan galau, gundah gulana, hampa, melankolis, ketidaknyamanan saat kita menyadari akan ketidakhadiran seseorang atau sesuatu di sekitar kita.
Then, I try to identify the meaning literally by opening my dictionary..
Miss = Feel unhappy at the absence of somebody or something..
Kalau menurut kamus bahasa Indonesia, Rindu = 1. Sangat ingin & berharap benar terhadap sesuatu. 2. Memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu.
Ada definisi lain yang menyebutkan bahwasanya Rindu itu adalah perasaan yang membuat pikiran posesif bahkan destruktif, pada dasarnya adalah kepemilikan yang sangat akan tempat, benda, orang, makhluk hidup maupun harta. --Anonymous--
Ada juga yang menyebutkan bahwa Kerinduan adalah bentuk kerusakan otak manusia akan logika. (quoted)
Baru kutahu bila rasa rindu itu bisa begitu sangat menyesakan, jadi teringat akan kisahnya Si Ikal saat rasa rindunya terhadap Aling meletup letup menyesakan dadanya, menyiksa batinnya, menorehkan luka.. yang tak kunjung sirna meski telah merantau jauh ke ujung dunia (baca: Laskar Pelangi). Sekarang aku tahu bagaimana pahit rasanya saat Bella mengatakan: " I was trying so hard not to think about him" (baca, him: Edward)
Sekarang aku bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Bella saat berusaha extra keras untuk mengontrol pikirannya untuk tetap logis sehingga bisa bersikap realistis.. Bagaimana hampa hatinya saat ditinggal pergi begitu saja oleh Edward, menghabiskan waktunya musim demi musim hanya untuk doing nothing (baca: serialnya Twilight). Disinilah akhirnya terbukti bila saat kerinduan itu mengamuk hebat di dalam hati, maka logika tak lagi bisa berjalan karena lumpuh tak berdaya.. (Well, this is when I am talking about the impact/ effect)
Now, I am trying to talk about the solution.. I have found my own formula to solve this problem ( Well, i think it is more than a problem, it is exactly such a dangerous virus which can kill everyone's personal qualities gradually) *But really not sure if it can really work :D*
Sampai disini, kata kuncinya adalah Otak.. Ya Otak sebagai pusat pengendali..
Selama kita masih punya otak didalam batok kepala, peluang untuk melawan rasa rindu itu sangat besar. ( At least, untuk meminimize perasaan tersebut sehingga tidak sampai menguras habis pikiran, energi & waktu kita hanya untuk menderita berlarut larut menikmati rasa tersebut).. Jadi, yang perlu kita lakukan hanyalah untuk meyakinkan hati bahwa sebenarnya rasa rindu itu cuma perasaan semu yang tidak seharusnya dipertahankan.. dan ini adalah pekerjaan si otak.. Selama otak itu bisa berpikir konsisten terhadap keburukan & kerugian besar yang ditimbulkan oleh rasa rindu itu.. Maka saat itu juga si otak akan mentransfer perintah tersebut sehingga hati kita ( At least, to minimize it ) bisa memanage, mengontrol, meredam (atau apapun istilahnya) rasa rindu tersebut. Dengan cara ini, kita setidaknya tetap bisa bersikap realistis karena logika kita tetap bisa berfungsi dengan baik :)
Karena menurut cara kerjanya, pada dasarnya, Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan inteligensi, memori, kesadaran & pertimbangan ( http://id.wikipedia.org/wiki/Otak )
Every cloud has a silver lining ( Setiap masalah itu pasti ada hikmahnya) begitupun juga dengan "permasalahan" ini. Di saat rasa rindu itu melanda hebat, pasti akan ada semacam energi luar biasa yang bisa dimanfaatkan secara positive, terkadang perasaan yang begitu dalam itu bisa menciptakan inspirasi untuk melakukan banyak hal positive seperti menuliskan artikel & puisi.. That is much more better than just doing nothing ( And that is what I am doing now, Lol )
--Luz--
p.s: disaat aku merindumu setengah mati :)