Tuesday, December 13, 2011

Beginikah Rasanya Jadi Gila???

Dulu sewaktu masih kanak-kanak, aku sering ketakutan saat melihat orang gila berkeliaran di jalanan. Bagiku saat itu, orang gila itu sosok yang menakutkan seperti monster, bisa dibilang lebih menyeramkan dari pada hantu dan lebih jahat daripada preman karena mungkin bisa saja melukai anak-anak seperti aku yang sedang melintas di jalan. Tapi terkadang orang-orang gila itu terlihat lucu seperti badut karena dengan mudahnya bisa dipermainkan oleh anak-anak kecil sekalipun.

Orang gila yang rata-rata sudah berumur bahkan terkadang sudah lanjut usia itu hanya menurut saja saat disuruh merangkak & lompat-lompat ditengah jalan raya oleh segerombolan anak-anak jahil yang kebetulan lewat, dan hanya diam saat anak-anak itu mulai berteriak kegirangan dengan ejekan orang gilaaa... orang gilaaa... bahkan terkadang malah lari ketakutan sewaktu anak-anak melemparinya dengan kerikil dan batu. Melihat tingkah laku orang gila seperti itu tentu saja membuatku tertawa terpingkal-pingkal (Jadi sedih kalau ingat itu, Ya Rabb, ampuni dosaku)

Lambat laun seiring bertambahnya umurku, timbul rasa kasihan setiap kali melihat orang gila yang berkeliaran dijalan. Ketakutan yang kurasakan sewaktu masih kecil dulu berubah menjadi rasa iba yang bertanya-tanya. Ada rasa ingin tahu yang begitu besar saat melihat orang-orang gila itu berkeliaran dijalanan bahkan terkadang sambil telanjang. Bagaimanakah rasanya jadi gila?? Darimanakah gerangan asalnya?? Kemana keluarganya?? Mengapa mereka tidak pernah sakit meskipun sering makan dari sisa-sisa makanan ditempat sampah?? Masalah apakah yang telah membuat jiwanya terguncang sedemikian hebatnya?? Apakah tidak ada satupun dokter yang bisa menyembuhkannya? semua pertanyaan itu muncul silih berganti diotakku setiap kali tidak sengaja melintasi orang gila yang ada dipinggir jalan.

Bertahun tahun kemudian, pertanyaan "Bagaimanakah rasanya jadi gila itu?" seolah terjawab saat tanpa kusadari bahwa ternyata dalam beberapa hari ini aku sering terbangun ditengah malam dengan diliputi perasaan gelisah yang luar biasa, berlinang air mata sendiri saat ada perasaan rindu yang teramat sangat tiba-tiba menyergapku tanpa ampun, merasa terpuruk ketika rasa kecewa menghantam karena kegagalan demi kegagalan yang datang secara bertubi-tubi. Sehingga yang ada hanya rasa sedih yang mendalam, rasanya seperti di iris-iris, perihnya luar biasa tak terkatakan. Seperti tidak ada satupun hal yang bisa membuat hati ini tersenyum lagi.

Mungkin saja hati ini sudah setengah gila atau malah benar-benar sudah jadi gila, Ya Rabb, inikah yang dinamakan gila?? beginikah rasanya jadi gila??? 

Mungkin kegilaan itu bisa saja diawali dengan kegiatan melamun yang intens sambil tersenyum senyum sendiri, berdialog sendiri baru kemudian meledak dalam isak tangis atau malah tertawa terbahak bahak sendirian, dan mungkin saja orang-orang gila yang  pernah kutemui di jalanan dulu itu juga mengawali kegilaan mereka dengan cara seperti itu.

2 comments:

  1. Hahaha
    Kadang2 gw sering ngabayangin ssuatu
    Tanpa sadar gw Ketawa tnpa sebeb
    Baca Blog punya lu aj gua ketawa
    Apa gua gila ? ;(

    ReplyDelete
  2. hahahaa... ngebayangin apa dulu sampe ketawa gitu ??
    Jgn berlebihan ketawa-nya!! ntar gila beneran loh :p

    ReplyDelete